Media Sosial Dan Waktu
Table of Contents
Pagi itu, kelas Sosiologi Komunikasi dibuka dengan sebuah pertanyaan mudah yang sulit dijawab dari Ibu Sri Pangestuti. Interaksi sosial yang kalian lakukan dalam sehari lebih banyak di dunia nyata atau di dunia maya? Sebenarnya jawabannya tinggal memilih satu dari dua opsi yang ada sih dan penulis menjawab bahwa waktu interaksi sosial penulis lebih banyak dilakukan di dunia maya. Pertanyaan lalu muncul di kepala penulis, lah aku ini hidup di dunia nyata atau maya? Lalu perasaan tak enak muncul, banyak waktu yang dihabiskan oleh penulis di dunia maya, lalu apakah konsekuensinya di kehidupan nyata penulis? Bagaiamana komunikasi nonverbal yang kalian rasakan?
Ibu Sri Pangestuti juga menganjurkan untuk menggunakan dunia maya secara bijak, jangan sampai larut dan kehilangan diri nyata. Penggunaan yang bijak dengan mulai untuk mengakses internet dengan tujuan yang jelas dan terarah, tidak sekedar karena merasa gabut lalu scroll timeline instagram atau twitter selama berjam-jam tanpa hasil dan manfaat yang jelas. Ingatlah bahwa waktu adalah sumber daya yang berharga dan terbatas. Penggunaan media sosial yang produktif itu di antaranya adalah proaktif, selektif, dan respon yang tepat.
Purwokerto, 19.12
Thus, Jan 9 2020

Posting Komentar